BELAJAR TANPA ATAP PIJAR TETAP SEMANGAT



Hari itu tidak ada bintang bertaburan di langit Tanjungsari cuaca dingin dan langit redup hujan seharian mengguyur hari sebelumnya di bawah temaram dua sinar lampu riuh suara anak-anak mengisi volume lapangan bola mereka saling tertawa, marah, saling mencela, saling mengganggu satu sama lain layaknya anak-anak, memang mereka tidak sedang bermain bola mereka sedang belajar bersama. 

Hari itu, Sabtu, 07/03/21 seperti hari Sabtu biasanya  anak - anak Tanjungsari Surabaya Barat belajar bersama, di kelurahan yang belum memiliki sekolah formal. Anak-anak mempunyai aktivitas rutin belajar bersama di hari Sabtu dan Minggu selepas Isya mereka sudah tidak perlu lagi digiring menuju tempat belajar, mereka dari rumah masing-masing dengan membawa alat tulis di dalam tas yang ditentengnya sudah langsung menuju lapangan tempat belajar bersama dengan pakaian layaknya bermain di kampung. 

Sabtu itu belajar dimulai pukul 19.30 diikuti 20 anak-anak dari tingkat PAUD sampai SMP, 4 anak diantaranya berasal dari kelurahan Gedang Asin jumlah kehadiran hari itu tidak seperti biasanya karena biasanya bisa mencapai 40 anak yang mengikuti belajar bersama. Hari itu 1 anak PAUD belajar menggambar dengan didampingi Mahasiswi dari Universitas Swasta di Surabaya yang juga sekaligus buruh hotel, SD tingkat 1 & 2 belajar mengenal angka ratusan didampingi Mahasiswa dari Universitas Islam di Surabaya, SD tingkat 3 dan 4 didampingi seorang yang sehari-hari berprofesi sebagai guru privat bahasa Inggris dan bekerjasama dengan pemuda-pemudi Karang Taruna, SD tingkat 5 & 6 didampingi Mahasiswa dari salah satu Universitas Negeri di Surabaya belajar bahasa Inggris dengan materi tobe, mereka belajar sambil bermain dengan beralaskan baner bekas dengan riang khas karakter anak. 

'Saya ikut  belajar bersama PIJAR sudah enam bulan lebih, awalnya disuruh ibu saya belajar di PIJAR. Seru sekali belajar di PIJAR saya jadi tahu beberapa bahasa inggris seperti kata papan yaitu 'board' kata Muhammad Rehan anak tingkat 5 SD. 

Berbagai macam latar belakang  pendamping anak-anak yang tergabung dalam PIJAR dari Guru privat, Mahasiswa/Mahasiswi, pedagang kaki lima hingga buruh pabrik yang disatukan dengan kesamaan kepedulian akan pendidikan. Kegiatan belajar mengajar hari itu berakhir pukul 20.30 mereka mengakhirinya dengan duduk melingkar bergiliran berbicara merefleksikan dan mengevaluasi bersama proses belajar mengajar hari itu dan ditutup dengan doa bersama. 


“Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini” -Malcolm X-

Ditulis oleh : FRD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINDU BELAJAR BERSAMA

PIJAR TANJUNGSARI